Analisa Situasi Pasar dan Pesaing

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Belakangan ini persaingan usaha menjadi semkain kompetitif, setiap pelaku bisnis berlomba-lomba untuk memenangkan kompetisi ini dengan memberikan perhatian penuh pada srategi pemasaran yang dijalankannya . Produk produk yang dipasarkan dihasilkan melalui suatu proses yang menjunjung tinggi nilai kualitas dan keistimewaan yang nantinya berguna untuk meningkatkan daya jual produk tersebut dan tentunya kepuasan dari konsumen itu sendiri. Dengan begitu pelanggan mau dan rela untuk kembali menikmati apa yang ditawarkan oleh perusahaan dan menjadi pelanggan yang setia bagi perusahaan. Sedangkan untuk dapat mendistribusikan kualitas dibidang jasa merupakan hal yang tidak mudah. Oleh karena itu, dalam proses pendistribusian barang kepada konsumen harus ada perhatian penuh dari manajemen pemasaran paling atas hingga karyawan level bawah.
Salah satu masalah pokok yang menjadi kendala dalam pemasaran adalah banyaknya saingan didalam pasar. Hal tersebut lah yang menjadi perhatian khusus para pelaku bisinis untuk memenangkan persaingan bisnis agar tetap eksis. Persaingan yang semakin tajam dan perubahan-perubahan yang terus terjadi harus dapat dijadikan pelajaran oleh manajemen pemasaran agar dapat secara proaktif mengantisipasi perubahan-perubahan yang terjadi baik untuk masa sekarang dan akan datang.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah analisa persaingan pasar?
2. Bagaimana cara menghadapi keadaan dengan adanya persaingan pasar?
3. Mengetahui persaingan pasar dengan adanya penjualan produk IKEA dan produk mebel local.
4. Strategi apa yang dipakai dalam penjualan masing masing produsen?

1.3 Tujuan Penulisan
Makalah ini bertujuan untuk menjelaskan tentang persaingan pasar terutama pasar mabel yang dihadapi para produsen mebel local semenjak kehadiran IKEA di Jakarta. Banyak hal yang dapat dibandingkan dari masing masing produsen sehingga menciptakan suatu persaingan yang kuat. Dalam makalah ini menjelaskan bagaimana strategi atau cara untuk menghadapi persaingan pasar, dan dapat mengetahui cara apa yang harus diambil baik secara global atau umum.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Analisis Pesaingan pasar
Keberhasilan bisnis salah satunya ditentukan oleh kemampuan memahami pesaing. Output dari kemampuan tersebut. Menopang manajemen dalam memutuskan dimana akan bersaing dan bagaimana posisi diantara pesaing. Demikian karena, analisis dilakukan dengan cara identifikasi industri dan karakteristiknya, identfikasi bisnis pun dievaluasi, prediksi aktifitas pesaing baru yang mungkin menerobos pasar maupun segmen pasar.
Analisa persaingan merupakan sebuah usaha untuk mengidentifikasi ancaman, kesempatan, atau permasalahan strategis (strategy question) yang terjadi sebagai akibat dari perubahan persaingan pasar secara potensial, serta kekuatan dan kelemahan pesaing. Analisis persaingan bersifat dinamis. Pesaing dideskripsikan dan dianalisis, pesaing dievaluasi, serta kemudian tindakan pesaingpun diprediksi secara tepat. Yang termasuk didalamnya pesaing baru yang berpeluang mengacungkan jari telunjuk sebagai tanda kehadiran. Analisis persaingan merupakan aktifitas yang terus menerus dan memerlukan koordinasi informasi. Bisnis dan unit bisnis. Menganalisis pesaing dapat dengan cara menggunakan sistem intelejen pesaing untuk kepentingan itu, beberapa teknik dilakukan seperti pencarian database.survey konsumen, wawancara dengan pemasok serta partisipan lainnya yang sesuai, perekrutan karyawan pesaing termasuk mempelajari produk pesaing. Setiap teknik yang telah dikemukakan, tampaknya didalamnya mengandung unsur titik kedinamisan. Analisa SWOT ( Srenght, Weakness, Opportunities, Threats) adalah alat yang digunakan untuk mengidentifikasi isu-isu internal dan eksternal yang mempengaruhi kemampuan kita dalam memasarkan event yang akan dipasarkan.

2.2 Cara Menghadapi Persaingan Pasar
Maraknya pertumbuhan usaha saat ini, ternyata berhasil menciptakan persaingan pasar yang semakin ketat, keadaan ini tentu saja memaksa para pengusaha untuk menggunakan berbagai cara dalam strategi pemasaran mereka. Banyak cara yang mereka lakukan agar usahanya tidak kalah bersaing dengan peluang usaha lainnya, sehingga masih bisa bertahan bahkan berkembang ditengah persaingan pasar yang semakin pasar.
Memulai usaha memang bukanlah perkara yang mudah, berbagai tantangan dan persaingan pasar turut mewarnai perkembangan sebuah usaha. Dalam menjalankan bisnis, adanya persaingan pasar memang bukan hal yang baru. Baik usaha yang memang memiliki peluang pasar cukup bagus, atau pun peluang usaha yang pasarnya tidak terlalu bagus.
Untuk mengetahui bagaimana cara menghadapi persaingan pasar, terdapat beberapa tips yang dapat digunakan untuk memenangkan pasar, meliputi :
· Amati pasar dan kenali pasar. Dalam menghadapi persaingan terlebih dulu lihatlah potensi pasar yang ada. Serta cari tau siapa pesaing yang kompeten saat ini, sehingga tidak salah langkah dalam menentukan strategi. Dengan mengetahui siapa pesaing, secara tidak langsung menentukan bagaimana cara menghadapinya.
· Ciptakan produk yang berbeda. Dengan menciptakan produk yang unik dan belum ada dipasaran, maka produk andamemiliki nilai lebih dimata konsumen. Produk yang unik dan berbeda, memiliki ciri khas tertentu dan daya tarik tersendiri bagi para konsumen. Sehingga mereka lebih mengenali produk anda, dan memilih produk tersebut dibandingkan produk lainnya yang ada dipasaran.
· Tonjolkan keunggulan produk. Fokuskan diri untuk lebih menonjolkan keunggulan produk, misalnya dengan cara mempertahankan kualitas produk atau pelayanan prima yang selama ini ditawarkan kepada konsumen. Sehingga loyalitas konsumen terhadap produk, akan semakin meningkat.
· Pelajari kelebihan dan kelemahan pesaing. Dengan cara ini bisa mengetahui kelebihan apa yang dimiliki pesaing, dan memanfaatkan kelemahan pesaing sebagai peluang untuk memenangkan persaingan pasar. Ciptakan produk yang tidak diciptakan pesaing, atau berikan pelayanan yang tidak disediakan oleh pesaing. Sebab dengan menawarkan apa yang tidak dimiliki pesaing, maka peluang untuk memenangkan pasar semakin terbuka.
· Menawarkan harga yang bersaing. Memberikan harga yang bersaing, bukan berarti harus menurunkan harga dan memperbesar kerugian usaha.
· Strategi ini bisa dilakukan dengan cara, memberikan bonus untuk pembelian tertentu. Misalnya bila pesaing menjual produk dengan harga yang lebih murah, maka untuk menghadapinya anda bisa menawarkan menawarkan bonus beli 2 gratis 1. Jadi harga produk Anda masih bisa bersaing, tanpa harus menurunkan harga dengan drastis.
Buatlah event untuk mempromosikan produk. Cara ini masih sering digunakan para pelaku usaha, karena minat kosumen untuk berbur barang-barang diskon masih sangat tinggi.
2.2.1 Strategi Pemasaran dalam Peningkatan Daya Saing
Sebuah produk tidak akan dapat memasarkan dirinya sendiri dengan baik dan memenangkan tingkat persaingan yang ketat bila tiak ditunjang oleh strategi pemasaran yang baik pula yang dapat meningkatkan daya saing produk tersebut di mata konsumen.
Strategi pemasaran yang baik untuk dapat meningkatkan daya saing suatu produk haruslah dilengkapi dengan berbagai elemen penunjang.
1. Tingkatkan kualitas produk dan layanan
Kualitas merupakan elemen utama bagi peningkatan daya saing suatu produk. Suatu produk dapat lebih mudah memenangkan tingkat persaingan yang kian ketat di pasaran bila kualitasnya selalu terjaga. Namun pengertian kualitas dalam era globalisasi dewasa ini tidak hanya terbatas pada kualitas produk yang ditawarkan, namun juga meliputi kualitas layanan yang menyertai penjualan suatu produk. Bila dulu konsep pemasaran konvensional dapat secara tegas membedakan antara perusahan penjualan produk dengan perusahan penjualan jasa, maka kini pembedaan seperti itu tidak lagi dapat diberlakukan bila suatu perusahan ingin dapat meningkatkan daya saingnya, saat ini seluruh perusahaan, baik perusahan penghasil produk maupun penjual jasa. Haruslah bersikap sebagai The Real Service Company bagi para konsumennya guna dapat memenangkan tingkat persaingan yang semakin tajam serta meraih loyalitas konsumen. Dengan demikian pengertian service kini telah meluas tidak saja hanya sebagai jenis layanan yang dijual tapi juga mencakup pengertian layanan menyertai terjualnya suatu produk dipasaran, baik berupa pelayanan pada saat penjualan maupun pelayanan puma jual (after sales service). Kualitas yang baik pada akhirnya akan merupakan salah satu faktor yang memberikan nilai tambah (value added) pada suatu produk.
2. Tanamkan Nilai-nilai Utama
Nilai yang dikandung suatu produk juga merupakan elemen penting untuk meningkatkan daya saing produk tersebut. Namun seperti halnya kualitas, telah terjadi pergeseran pengertian Nilai dari suatu produk. Nilai suatu produk tidak lagi hanya ditentukan dari kualitas yang baik maupun harga murah saja, tetapi juga ditentukan oleh sederetan faktor penentu nilai lainnya seperti kemudahan pembelian (convenience of purchase) yang terkait dengan ketersediaan (availability) suatu produk dipasaran serta jalur distribusi yang baik serta tingkat pelayanan yang memuaskan (service excellence). Hal ini disebabkan karena harapan konsumen selalu berkembang, sehingga penjualan suatu produk harus dapat memenuhi harapan konsumen secara tepat agar tercapai kepuasan konsumen (customer satisfaction).
3. Tetapkan Posisi (Positioning Statement) yang tepat
Penetapan Posisi (positioning statement) yang diinginkan sangat diperlukan untuk dapat melahirkan citra (image) akan produk / jasa yang diharapkan. Positioning Statement yang jelas akan mempermudah arah penetapan strategi pemasaran suatu produk serta memperjelas target pasar yang akan dibidiknya. Dengan demikian dapat terhindar inefficiency dalam menjalankan program-program promosi. Untuk dapat lebih meningkatkan daya saing suatu produk saat dipasarkan, usahakan penetapan positioning yang unik dan berbeda dengan positioning produk pesaing. Suatu produk yang dapat memposisikan dirinya sebagai Leader dan Trend Setter (bukan hanya sekedar follower) akan lebih mudah untuk dapat meraih pangsa pasar. Penetapan positioning haruslah memperhatikan aspek psikologis dari masyarakat pada pasar yang dituju, disamping aspek demografis dan geografis, karena seringkali sebuah trend lahir karena sesuai dengan life style yang diinginkan oleh masyarakat dalam target pasar yang dituju.
4. Ciptakan Brand Equity yang kuat
Brand equity yang kuat dan citra positif sangat diperlukan dalam menjalankan usaha sebagai salah satu kunci keberhasilan untuk meraih kepercayaan publik. Citra positif dari brand suatu produk / jasa ini pada akhirnya akan meningkatkan kepercayaan konsumen untuk menggunakan produk / jasa yang ditawarkan. Hal ini sangat penting karena daya saing dan kesuksesan pemasaran suatu produk / jasa sangat ditentukan oleh pengakuan masyarakat terhadap brand dari produk / jasa tersebut.
5. Ciptakan Citra (Image) Positif di Mata Publik
Penciptaan Citra positif dari suatu perusahaan / produsen penghasil produk / jasa sangat erat kaitannya dengan penciptaan Brand equity untuk dapat meraih kepercayaan publik. Citra positif di mata publik hanya dapat tercapai bila keseluruhan perusahaan mencerminkan citra yang ingin diposisikan tersebut, karena publik akan lebih mengakui citra yang tercermin langsung dari setiap sikap dan kegiatan suatu perusahaan.
Oleh karena itu langkah awal yang harus diupayakan adalah menanamkan dan meningkatkan keyakinan dan kepercayaan diri di dalam tubuh perusahaan itu sendiri sebagai sebuah perusahaan yang profesional. Untuk selanjutnya sebuah motto dengan citra positif dapat didengungkan ke publik sehingga pada akhirnya perusahaan dapat memperoleh pengakuan dari masyarakat luas.
2.2.2 Mengidentifikasi Pesaing
Beberapa informasi yang dibutuhkan dalam mengidentifikasi persaingan pasar informasi tersebut bisa dilihat dari apa yang akan di lakukan oleh pesaing, apa yang sedang di lakukan, dan profil responden pesaing. Dari semua informasi tersebut kita bisa melihat perkembangan pesaing. Informasi tersebut dapat di jabarkan sebagai berikut :
a. Apa yang pesaing sedang kerjakan dan dapat dikerjakan?
Atas dasar beberapa analisis keunggulan informasi yang kuantitatif dan faktual mengenai apa pesaing yang mampu lakukan : apa yang dipunyai atau dimiliki, apa yang sedang dilakukan dan apa hasilnya. Pendekatan yang lebih terpusat, khususnya terpusat pada area perusahaan mempunyai keunggulan kompetitif atas sumber-sumbernya. Meskipun pengumpulan data dan fakta adalah penting, tetapi yang lebih penting adalah pengevaluasian dan interpretasi atas apa yang dihasilkan.
b. Apa yang mungkin dilakukan oleh pesaing?
Informasi yang berkaitan dengan tindakan yang akan dilakukan pesaing sangat diperlukan terutama berkaitan dengan aspek akuntansi, peluang untuk melakukan ekspansi dan aspek fungsional perusahaan. Untuk mengetahui secara jelas arah tindakan yang akan dilakukan oleh pesaing maka kita perlu memahami tujuan dan asumsi yang digunakan pesaing.
c. Profil Responden Pesaing
kombinasi dari analisis tujuan pesaing dan asumsi-asumsi ini bersama-sama dengan kapabilitas dan strategis-strategis saat ini dapat digunakan perusahaan untuk meramalkan profil respon pesaing. Profil respon menceritakan tindakan-tindakan macam apa yang mungkin diambil pesaing dalam merespon tindakan-tindakan perusahaan itu sendiri. Secara teoritis, persoalan ini komplek seorang ekonomis menggunakan istilah variasi konjungtur mengarah pada apa yang diketahui tentang kemungkinan dan intensitas dari respon-respon pesaing. Secara khusus, variasi konjungtur adalah apa yang dipercaya mengenai hubungan antara perilaku perusahaan itu sendiri dan tindakan yang berhubungan dengan mazimize return yang akan diambil oleh pesaing.
2.2.3 Strategi Untuk Memenangkan dari Persaingan
Strategi persaingan perusahaan dapat di definisikan menggunakan beberapa dimensi yang membedakan perusahaan dalam industri yang pada gilirannya harus mengkontribusikan relatif performancenya dalam industri. Paling sedikit dimensi ini terdiri atas dua kelompok aktifitas. Komitmen sumber bisnis berisi alokasi sumber-sumber dimana wilayah fungsionalnya dipertimbangkan untuk pencapaian keuntungan bersaing dalam mencapai target pasat produk.
2.3 Persaingan IKEA dan produsen mebel/furniture local

Para pengusaha furnitur lokal merasa tertantang dengan rencana peritel raksasa furnitur asal Swedia, IKEA, masuk ke Indonesia dua tahun lagi. Kehadiran IKEA ini akan menambah sengit peta persaingan pasar furnitur di Tanah Air.
Ketua Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Ambar Tjahyono, mengakui, selama ini, kalangan industri furnitur di Indonesia terlalu asyik menggarap dan berekspansi di pasar ekspor. Alhasil, pasar lokal tak digarap secara optimal. Tak heran, mereka gelagapan begitu menghadapi serbuan pemain furnitur dari luar negeri. “Kami baru masuk ke pasar Indonesia lima tahun lalu, sejak daya beli Eropa melemah,” ujar Ambar.
Ambar menjelaskan, mau tak mau, pengusaha furnitur lokal harus lebih serius menggarap pasar lokal. Sebab, kondisi pasar di Amerika Serikat (AS) dan Eropa sedang jatuh. Jika tak menggarap pasar lokal, pebisnis furnitur lokal bisa surut. Maklum, Ambar memprediksi, penjualan ekspor tahun ini akan ikut merosot 10 persen. Sebaliknya, penjualan dalam negeri justru berpotensi meningkat 10 persen, seiring pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Nah, kondisi inilah yang menjadi daya tarik peritel furnitur asing. Menurut Ambar, selain IKEA, pasar furnitur Indonesia sudah lebih dulu digempur furnitur asal China. Menurut dia, sulit membendung serbuan furnitur luar negeri di tengah era pasar bebas seperti saat ini.
Ambar menjelaskan, kehadiran IKEA akan menjadi pesaing berat bagi para pemain lokal yang menggarap segmen menengah ke bawah. “IKEA akan bertempur dengan Olympics dan Ligna,” ujarnya lagi. Ia menambahkan, menurut informasi yang ia peroleh, produk IKEA yang akan dijual di Indonesia akan diproduksi di Indonesia dan Vietnam.

Lokal tak gentar

Chief Executive Officer (CEO) PT Cahaya Sakti Multi Intraco, Eddy Gunawan, produsen furnitur merek Olympics, mengaku tidak gentar dengan masuknya IKEA. Dia mengklaim bahwa produk-produk Olympics mempunyai keunikan tersendiri. Berbeda dengan pandangan Ambar, Eddy menyatakan segmen pasar IKEA dan Olympics sesungguhnya berbeda. “Mereka menyasar kelas menengah atas, kami menyasar menengah ke bawah,” ujarnya. Lagi pula, dari sisi jaringan pemasaran, Olympics tampak lebih siap. Saat ini, Olympics memiliki 3.600 jaringan penjualan di seluruh Indonesia, yang terdiri dari toko tradisional sampai gerai ritel modern seperti Carrefour, Hypermart, dan Lotte Mart.
Namun demikian, Eddy mengakui, Olympics harus berbenah demi menghadapi kehadiran pesaing baru ini, termasuk rencana kehadiran IKEA. Dus, perusahaan ini akan lebih fokus menggarap pasar yang ada dan mengerem ekspansi. Apalagi, selain harus menghadapi serbuan pemain besar furnitur, pasar lokal juga dibanjiri produk tanpa merek dari China. Justru, Eddy lebih mengkhawatirkan serbuan furnitur asal China, lantaran harganya terlalu miring.

Dalam situasi seperti itu, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) juga berpeluang memukul daya beli masyarakat menengah bawah yang selama ini menjadi target pasar Olympics. “Target kami tahun ini bisa bertahan saja sudah bagus,” ungkap Eddy tanpa menyebutkan realisasi penjualannya di tahun lalu.
Advertising and Promotion Departement Head PT Ace Hardware Indonesia Tbk, Teresa Wibowo, juga tak khawatir dengan kehadiran IKEA. Induk usaha Ace Hardware, Kawan Lama Sejahtera, adalah pengelola gerai ritel furnitur Informa Furnishings.
IKEA boleh dibilang akan menjadi pesaing Informa, lantaran menyasar segmen pasar yang serupa. Toh, Teresa menilai, kondisi seperti itu justru bisa membuat pasar bergerak. “Kami welcome terhadap kompetisi,” tandas anak pertama Kuncoro Wibowo, pendiri Kawan Lama Group.

2.3.1 Sejarah IKEA
Perusahaan ini didirikanIngvar Kampradpada1943saat ia berusia 17 tahun yang sekarang sudah menjadi salah satu orangterkayadi dunia .IKEA adalah singkatan dari namanya,IngvarKamprad; tempat ia dilahirkan,Elmtaryd; dan desanya,Agunnaryd
Awalnya, IKEA menjual berbagai barang, daripulpen,dompet,bingkai foto, hinggajam tangan.Perabotanmulai masuk ke dalam daftar pada1947dan IKEA mulai merancang sendiri pada1955.Penjualan pada mulanya dilakukan melalui pos dan kemudian, sebuah toko dibuka di Älmhult yang kemudian menjadi model toko IKEA untuk selanjutnya. Pada23 Maret1963, toko IKEA pertama di luar Swedia dibuka di Asker, dekat Oslo,Norwegia.
Produk-Produk IKEA dikenal denganrancangannyayang modern dan kadang terbilang aneh. Salah satu prinsip IKEA adalah mengurangi harga dengan berbagai cara tanpa mengurangi kualitas. Hal ini bisa dilihat di toko-toko IKEA dan di katalognya dalam bentuk pertanyaan seperti “Mengapa IKEAmenjualnya tanpa dirakit?” atau “Mengapa IKEA membuat sesuatu dalam jumlah besar?”Desain tokoToko-toko lama milik IKEA biasanya sangat besar dengan cat warna biru dan aksen kuning (yang juga merupakanwarna nasionalSwedia) dan hanya memiliki sedikit kaca. Bangunan-bangunan ini biasanya dibangun berbentuk labirin dan dirancang sedemikian rupa sehingga konsumen akan berkeliling mengikuti arah jarum jam. Layout seperti ini dibuat agar konsumen menjelajah ke seuluruh bagian toko. Ini berbeda dari toko biasa di mana konsumen bebas memilih lokasi yang ia tuju. Namun demikian, beberapa jalan pintas juga dibuat untuk konsumen yang tidak ingin mengikuti alur yang telah disediakan. Sementara itu, pada toko-toko yang lebih baru, seperti yang terletak diMönchengladbach, Jerman, elemen kaca lebih banyak digunakan baik untuk estetika maupun fungsionalitasnya. Penggunaan cahaya natural juga dimaksimalkan untuk mengurangi biaya energi dan memberikan pencahayaan yang lebih baik.

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan kasus yang dibahas dapat mengambil beberapa point penting dari kasus tersebut, yaitu :
1. IKEA merupakan pesaing baru di pasar furniture dalam negri
2. Produsen mebel local merasa tidak terancam karna masing masing memeliki keunikan.
3.2 Saran
Didalam mengahadapi persaingan pasar banyak sekali hal yang harus diperhatikan dengan adanya pesaing-pesaing khususnya persaingan dalam pasar yang sama
Adapun saran yang sebaiknya dilakukan oleh persaingan kedua produsen ini yaitu :
· Meningkatkan kualitas daya produk dari masing-masing produk.
· Denganmemperlihatkan keunggulan masing-masing produk atau menambahkan ciri yang khas dari masing-masing produk.

DAFTAR PUSTAKA
http://bisnisukm.com/bagaimana-cara-menghadapi-persaingan-pasar.html
http://id.shvoong.com/business-management/management/1646527-analisis-persaingan/
id.wikipedia.org/wiki/IKEA
http://m.kontan.co.id/news/ikea-masuk-persaingan-pasar-mebel-makin-sengit
http://lisaandriyanii.blogspot.in/2012/12/manajemen-pemasaran-persaingan-pasar_27.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s